Oleh: hfebriyanto | Juni 10, 2008

Ngemil

Tak hanya pisang. Setelah enam bulan lamanya aku ‘kelaparan’ karena tidak makan, Ibu kini membolehkan aku ‘ngemil’. Dan inilah dia makanan cemilanku itu. Biskuit!!!
Kata dokter, ngemil biscuit cukup baik untuk perkembangan gigiku.
Hmm.. Biscuit…biskuit..
nyam-nyam-nyam!!

Oleh: hfebriyanto | Juni 9, 2008

Si Kuning

Perkenalkan! Ini adalah pisang pertamaku. Pisang Ambon.

si ambon Si kuning ini menjadi makanan pertama yang kumakan, setelah selama enam bulan lebih aku hanya minum susuuuuuu aja.
Rasa si lonjong kuning ini masih cukup aneh di lidah. Agak2 gimanaaa gitu. Manis-manis asem dikit. 
Acara makan pertamaku ini menjadi tontonan seisi rumah. Semuanya tertawa melihat aku ‘klamut-klamut’ mengecap buah pisang yang sebelumnya dihaluskan Ibu ini.
hap...klamut2

Oleh: hfebriyanto | Juni 5, 2008

Kursi Makan

Hehehe… Senangnya bisa melihat pemandangan dari tempat tinggi. Apalagi tempat tingginya adalah kursi makanku yang baru. Kursi keren ini adalah hadiah special dari teman-teman Ibu di RCTI. Mereka baik sekali. Terima kasih para Tante!! 
Oya, kursi ini dikeluarkan dari tempatnya dalam rangka persiapan makanku. Berhubung umurku sudah enam bulan per tanggal 3 kemarin.
Kan aku juga mau makan di meja makan bareng anggota keluarga lainnya…

kedudukan tinggi

Oleh: hfebriyanto | April 27, 2008

MENIKMATI HIDUP

Siapa bilang hanya orang dewasa yang bisa menikmati fasilitas hotel? Siapa bilang juga hanya orang bule yang seneng bermandi cahaya matahari?
Nih, aku buktinya…


Walau sambil nangis, aku tetap keren kan??

-Panji-

Oleh: hfebriyanto | Maret 25, 2008

TRIO GUNDUL

Aku kedatangan tamu istimewa. Beliau adalah Mbah Buyutku, ayah dari Mbah Putriku.
Beliau jauh-jauh dating dari Jogjakarta untuk melihat aku dan mas Arya. Kami adalah buyut pertama dan kedua beliau.
Oya, kini aku punya julukan baru, yaitu gundul-1. Karena mas Arya juga gundul, maka julukannya gundul-2. Terus.. karena Mbah Yut-ku gundul juga, jadilah beliau sang gundul-3. Hehehe..

-Panji-

Oleh: hfebriyanto | Maret 25, 2008

SI UHUK..

Uhuk… uhuk…
Aku lagi sakit nih. Sakit batuk. Aku tertular Ibu yang sudah batuk dua hari sebelum ini. Aku sedih.. kenapa aku bisa sakit ya? Ibu juga sedih. Beliau merasa sangat bersalah Karena telah ‘mengenalkan’ sakit batuk itu padaku. Secara resmi, inilah sakit pertamaku.

Tadi siang aku sudah ke dr Andhika SpA. Aku diberi dua macam obat untuk batuk dan pilekku. Semoga aku cepat sembuh. Doakan, ya!
Semoga juga ke depannya aku menjadi anak yang kuat dan sehat selalu, serta tidak mudah terserang penyakit. Mudah-mudahan!!!
-panji-

Oleh: hfebriyanto | Maret 11, 2008

Imunisasi mahal

Pagi tadi aku kembali diimunisasi. Bersama Ayah, Ibu, Bude, mas Arya, dan Teteh, aku datang ke RSUD Cengkareng untuk diimunisasi Hepatitis dan Polio. Sementara mas Arya diimunisasi BCG.

Waktu disuntik, aku memang sempat menangis. Tapi gk lama kok. Karena aku kan jagoan!  🙂

Kata Ibu, imunisasi kali ini lebih mahal dari biasanya, sekitar 250rb. Sebetulnya ada imunisasi yang lebih murah. Tapi sengaja Ayah dan Ibu memilih yang agak mahal karena jenis imunisasi ini katanya tidak menimbulkan efek panas/demam setelahnya.

Dari situ aku tau, kalo Ayah & Ibu sedemikian sayang ke aku. Mereka pasti sangat khawatir kalo aku demam, karenanya dipilih jenis imunisasi tadi.

Dan benar saja, aku tidak demam. Sepulangnya dari rumah sakit, aku tetap bisa bermain2 seperti biasa. Malamnya, aku juga bisa tidur tenang setelah sebelumnya diajari Ibu cara tidur sambil memeluk guling. 🙂

-Panji-

Oleh: hfebriyanto | Maret 2, 2008

GUNDUL

Tau tokoh komik Ikkyu San? bintang film Agastya Kandou, Atau pemusik sekaligus pengusaha Peter Gontha? Hmm… gimana kalo Pak Ogah?

Mulai sekarang aku memiliki kesamaan dengan mereka semua lho. GUNDUL!!

Oleh Mbuti Cengkareng, hari ini aku digunduli. Plontos..toss.. saking plontosnya, sinar lampu bahkan terpantul di kepalaku. HUAHAHA…

Tapi meski gundul, aku tetep ganteng dan menggemaskan bukan?? Huehehe..

-Panji-

Oleh: hfebriyanto | Februari 24, 2008

Sang Penanda

Minggu, 24 Februari menjadi hari yang istimewa buatku.  Karena di hari itu, aku ‘dilahirkan’ kembali.  Aku dibabtis.

 Senang rasanya,  sebab akhirnya aku dinyatakan sah menjadi anggota Gereja Katolik.  Ini awal & dasar dari kehidupanku kelak.  Mulai hari ini pula aku resmi menyandang nama babtis “Benedictus”.  Kata itu menyempurnakan namaku menjadi: BENEDICTUS BTARA PANJI PRADHITA.

 Benedictus artinya yang diberkati.  Benedictus adalah juga nama seorang santo.  Ia digelari  sebagai “bapak dari biarawan kudus”. Pada masa mudanya, dia menyadari bahwa dia hidup di dunia penuh kekejaman, penuh dosa. Dunia seakan tanpa rahmat.

Dunia pada masa itu dia rasa penuh dengan kedengkian, perang, saling membunuh. Orang-orang tidak menghormati kehidupan. Dunia penuh dengan manusia-manusia berhati iblis. Perang antar kota terjadi di mana-mana. Bangunan-bangunan megah dan indah dirusak, buku-buku suci dihancurkan. Kebijakan dianggap tak berguna. Ini terjadi bukan hanya dikalangan orang dewasa, juga menular kepada anak-anak. Mereka tidak mengejar kebaikan, melainkan berlomba menjadi yang terkuat, dengan demikian kalau mereka kuat mereka sanggup “menaklukkan” yang lain. Mereka mengolok-olok Benedictus karena ia memilih menjadi orang baik. Mereka sangat kejam.

Karena itu dia meninggalkan “panggung dunia” dan pergi bertapa ke gunung. Dia mengasingkan diri ke bukit dekat “Subiaco”.

Di sana ia berdoa, belajar keras dan berkomunikasi dengan Allah secara terus-menerus. Dia memohon kepada Allah agar Allah menyentuh hati orang-orang berdosa sehingga mereka bertobat. Dia juga memohon kepada Allah agar Allah mendampingi anak-anak sehingga mereka bisa hidup dengan suci.

Oya, “Benedictus” juga nama Paus yang saat ini tengah memimpin jutaan umat Katolik di seluruh dunia.

 

Nama adalah doa. Melalui nama ini, Ayah dan Ibuku berdoa dengan memberiku nama yang sangat indah:  Btara Panji Pradhita.

Btara artinya mahadewa.  Panji artinya penanda. Sementara Pradhita diyakini Ayah Ibu sebagai kesejahteraan.  Jadi intinya, Ayah dan Ibuku berdoa agar kelak aku menjadi “Mahadewa Penanda Kesejahteraan yang Diberkati”.

 Semoga aku bisa mewujudkannya.  Amin!

 

Panji

Sang Penanda

Oleh: hfebriyanto | Februari 22, 2008

Lencang Kanan, grakk!!

lencang kanan

Usiaku sudah dua setengah bulan.  Sudah banyak hal yang bisa kulakukan. Aku dah mulai ngoceh2.  Biasanya ocehanku itu akan lebih banyak setelah aku mandi, mungkin karena badanku terasa segar ya?

Selain mengeluarkan bunyi2an, aku juga sudah mulai miring2. Kegiatan baruku ini kulakukan sambil berusaha makan tangan.  Masalahnya, kadang kala aku masih lupa di mana ‘alamat’ mulut berada.  Aku kerap menaruh tanganku di pipi, mata atau di hidung.

Dan seperti sudah diduga, kalau aku gk berhasil makan tangan, walhasil aku akan nangis sejadi-jadinya.  Hehehe..

Aku juga punya hobi lain, yakni ‘menga-mengo’ alias nengok kanan nengok kiri.  Dalam satu menit aku bisa melakukan ‘pe-menga-mengo-an’ sampai 30 kali tanpa berhenti lho! Hahaha…

Saatuuuu lagi!  Aku juga lagi suka posisi lencang kanan.  Entah kenapa, rasanya seru aja meluruskan tangan kanan sambil bengang-bengong.  Kesukaanku ini kadang menyulitkan ibu untuk membuka atau memakaikan baju  setelah mandi.  Soalnya aku  gk mau membengkokkan tangan  untuk  ngeluarin bajunya. 🙂

Oya.. mulai kemarin aku juga punya teman baru lho.  Namanya Teteh Nur Salimah.  Aku memanggilnya Teteh.  Teteh ini nantinya yang akan terus temenin & jaga aku, terutama saat Ibu & Ayah bekerja.  Semoga teteh bisa lama temenin aku ya!!!

-panji-

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.